Penulis/Wartawan :Ubay
Bondowoso, KABARDAERAH.CO.ID – Ahli gizi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan 2 Kemirian Bondowoso melakukan sosialisasi edukasi gizi kepada para siswa sekolah di wilayah Tamanan.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari operasional SPPG yang tidak hanya berfokus pada pendistribusian makanan, tetapi juga memastikan pemahaman gizi sampai ke tingkat peserta didik.
Dalam kunjungannya, ahli gizi menekankan pentingnya konsep Isi Piringku, yang mencakup keseimbangan porsi antara karbohidrat, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.
Ahli gizi SPPG Tamanan 2 Kemirian, Robaitul Qirom, S.Tr.Gz, mengatakan edukasi ini bertujuan untuk memastikan para pelajar tidak hanya kenyang, tetapi juga memahami pentingnya asupan gizi seimbang.
Kehadiran ahli gizi di sekolah menjadi krusial untuk mengubah pola makan siswa yang sebelumnya sering mengonsumsi jajanan kurang sehat menjadi lebih menggemari menu lengkap karbohidrat, protein, sayur, dan buah yang disediakan oleh pemerintah yakni MBG.
Sosialisasi edukasi gizi ‎dilakukan di setiap kelas juga secara outdoor agar para siswa tidak monoton di dalam ruangan, sehingga mudah memahami. Kegiatan edukasi ini dikemas secara interaktif.
“Memberikan pemahaman tentang makan bergizi bagi anak-anak ini butuh sentuhan komunikatif sambil bermain, sehingga anak-anak mudah memahami yang kami sampaikan,” kata Robaitul Qirom, Rabu (28/1/2026).
Dalam edukasi gizi tersebut, siswa diingatkan untuk selalu sarapan pagi sebelum beraktivitas agar memiliki energi yang cukup untuk belajar. Mengajak siswa untuk lebih gemar mengonsumsi serat alami guna meningkatkan daya tahan tubuh. Edukasi mengenai bahaya konsumsi Gula, Garam, dan Lemak berlebih dari jajanan yang tidak sehat.
Sementara itu, Kepala SPPG Tamanan 2 Kemirian, Andina Wahda Laila Aprilia, mengungkapkan bahwa Ahli gizi didapurnya tak hanya stagnan di dalam dapur menyusun menu standar operasional yang aman, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan kalori anak sekolah, tapi juga sebagai garda terdepan yang berperan memberikan pemahan dalam perubahan pola makan seimbang secara langsung kepada para siswa.
“Kami tak hanya bekerja monoton di dapur SPPG saja, tapi juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, berinteraksi dengan anak-anak, memberikan edukasi cara makan sehat, mulai dari cuci tangan hingga menjelaskan kandungan gizi setiap menu,” ucapnya.
Edukasi gizi ke sejumlah sekolah ini juga bagian dari momentum rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 pada Januari 2026.
Sinergi antara sekolah dan SPPG ini diharapkan mampu menciptakan budaya hidup sehat sejak dini. Dengan jangkauan program MBG yang melayani sekitar 1000 penerima manfaat di wilayah Tamanan, peran edukatif ahli gizi SPPG menjadi penting. berharap dapat menanamkan kesadaran pola makan gizi seimbang sejak usia sekolah, sebagai bekal dalam mencetak generasi emas Indonesia yang bebas stunting dan cerdas secara intelektual serta untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berprestasi.(*)






