Babinsa Desa Tamanan Serma Agus melakukan pengecekan rutin ke dapur MBG di wilayah setempat.
Wartawan :Ubay
Bondowoso, KABARDAERAH.CO.ID – Dalam rangka mendukung kelancaran dan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah, Babinsa Koramil 06/Tamanan, Kodim 0822 Bondowoso, Serma Agus Suprianto, melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian, Jumat (30/1/2026).
Serma Agus mengatakan, pengecekan secara rutin ke dapur MBG dilakukan setiap hari untuk memastikan kualitas serta kebersihan makanan yang akan disajikan kepada anak-anak sekolah tetap terjaga.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada kebersihan dapur, peralatan masak, dan tempat penyimpanan makanan. Hal ini dilakukan guna mencegah kontaminasi bakteri maupun virus yang dapat menyebabkan keracunan atau gangguan kesehatan pada anak-anak.
Tak hanya memastikan aspek higienitas dan kualitas menu, personel Babinsa juga melakukan pengecekan langsung untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas memasak menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi.
“Termasuk penggunaan energi dapur seperti gas elpiji, kita juga monitor,” kata Serma Agus.
Serma Agus menegaskan, dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian menggunakan elpiji non-subsidi yakni jenis (Bright Gas 5,5 kg/12 kg) dalam memasak MBG.
“Ini sudah aturan BGN, dari awal operasi, dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian menggunakan gas elpiji non-subsidi, kami monitor tiap hari,” tegasnya.
Pengecekan rutin ini terus dilakukan secara berkala di dapur SPPG setempat guna menjaga integritas dan transparansi pelaksanaan program pemerintah.
Melalui pengawasan ketat dari aparat kewilayahan, diharapkan program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan optimal, higienis, dan memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak-anak, tanpa menimbulkan permasalahan di masyarakat.
Owner Dapur SPPG Tamanan 2 Kemirian Tegaskan Komitmen Gunakan Gas Non-Subsidi
Pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Tamanan 2 Kemirian, Hajjah Aisyatul Fitriyah menegaskan komitmennya untuk menggunakan gas non-subsidi dalam operasional dapur. Hal ini sebagai dukungan terhadap program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.
Dengan menggunakan gas non-subsidi, pengelola dapur SPPG menunjukkan keseriusan dalam menjalankan program MBG secara transparan dan akuntabel. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
“Kami menyadari bahwa program MBG ini adalah program mulia untuk anak-anak sekolah. Kami berkomitmen penuh mendukung pemerintah, bukan hanya dalam hal gizi masakan, tetapi juga penggunaan energi. Dapur kami menggunakan Bright Gas non-subsidi,” ungkapnya. (*)






