Bondowoso, KABARDAERAH.CO.ID – Ditengah keluhan masyarakat sulitnya mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kg di wilayah Bondowoso, ada pangkalan resmi yang menjual diatas Harga Eceren Tertinggi (HET).
Informasi dihimpun, pangkalan tersebut menjual isi ulang gas subsidi sekitar 20 ribu pertabung kepada warga, sedangkan HET Rp18 ribu.
Deni, pemilik pangkalan gas elpiji 3kg yang berada di desa Sumbersuko, RT 01 Kecamatan Curahdami, dikonfirmasi langsung dirumahnya pada Selasa 31 Maret 2026, tidak menyangkal jika dirinya memang menjual diatas HET.
Deni berdalih menjual gas elpiji subsidi 3 kg diatas HET karena warga yang memaksa membeli dengan harga 20 ribu atau diatas HET.
“Warga yang maksa mau beli dengan harga 20 ribu, yang gimana lagi, kami terima saja,” kata Deni, memberi alasan.
Namun, sejumlah aktivis di Bondowoso menilai alasan pemilik pangkalan tersebut tak masuk akal.
Menurut Ahroji, S.H, selaku ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merah Putih, menyayangkan pangkalan nakal yang memanfaatkan situasi ditengah masyarakat.
Menurut Ahroji, pangkalan resmi menjual dengan harga Rp18 ribu sudah mendapat keuntungan, karena Agen memberi harga Rp16 ribu ke pangkalan.
“Jika pangkalan menjual dengan harga HET 18 ribu, itu sudah untung, kok masih menaikkan harga diatas HET, jelas ini pelanggaran,” katanya.
Ia meminta pihak PT Sarana Indah selaku Agen distributor segera memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang nakal.
“Kalau hanya diberi sanksi teguran baik lisan maupun tulisan, atau hanya dikurangi jatahnya, ini sama saja dengan pembiaran” ungkapnya.
Oleh karenanya, ia mendesak PT Sarana segera memutus kontrak terhadap pangkalan nakal.
“Jika PT Sarana masih memelihara pangkalan nakal, kami malah timbul kecurigaan, apakah kongkalikong atau bagaimana, kami akan laporkan ini ke HISWANA MIGAS dan Pertamina jika Agen Sarana tidak segera bertindak,” pungkasnya.(*)






