Wartawan : Subaidi
Bondowoso, KABARDAERAH.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, di Pendopo Raden Bagus Assra, Senin (30/3/2026).
Bupati Bondowoso, , dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan wadah penting untuk menyinergikan perencanaan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Musrenbang ini merupakan forum strategis sebagaimana amanat undang-undang, yang menjadi wadah untuk mensinergikan perencanaan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel,” ujar Bupati Abd Hamid Wahid.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan capaian indikator makro Kabupaten Bondowoso yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,32 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat kemiskinan menurun menjadi 12,20 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 2,55 persen.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti kualitas sumber daya manusia, keterbatasan lapangan kerja, hingga permasalahan lingkungan.
“Kondisi ini menegaskan bahwa arah pembangunan kita sudah tepat, namun kita harus bergerak lebih cepat dan memastikan hasilnya benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan bahwa RKPD Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2029 dengan visi “Mewujudkan Bondowoso Tangguh dan Unggul Berbasis Keimanan dan Ketakwaan”. Adapun tema pembangunan tahun 2027 difokuskan pada penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berbasis pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, tema tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional dan Provinsi Jawa Timur, yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan penguatan sektor industri.
“Tema pembangunan tahun 2027 menegaskan bahwa kita tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Abd Hamid Wahid menekankan pentingnya momentum Idulfitri sebagai penguat semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja lebih ikhlas dan sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang kembali kepada fitrah, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan memperbaharui semangat dalam membangun daerah,” ungkapnya.
Dalam Musrenbang tersebut, Pemkab Bondowoso juga menetapkan sejumlah agenda prioritas pembangunan tahun 2027, di antaranya peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan lingkungan sosial dan budaya.
Selain itu, target indikator makro juga telah ditetapkan, antara lain pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, penurunan angka kemiskinan hingga 11,21 persen, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Dengan pelaksanaan Musrenbang ini, diharapkan seluruh program pembangunan yang direncanakan dapat tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bondowoso secara menyeluruh. ()






