BONDOWOSO| Kabardaerah.co.id – Keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bondowoso tidak hanya berdampak pada pengendara yang harus mengantre di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut juga mulai memengaruhi aktivitas masyarakat yang sehari-hari membutuhkan kendaraan untuk bekerja.
Salah satunya dirasakan Hosairi, seorang jurnalis di Bondowoso yang setiap hari menggunakan kendaraan roda dua untuk menjalankan aktivitas jurnalistik.
Di tengah antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU, Hosairi memilih menggunakan sepeda ontel sebagai sarana transportasi untuk menjalankan tugas peliputan.
Sepeda ontel yang selama ini lebih sering digunakan untuk berolahraga atau aktivitas santai, kini kembali menjadi kendaraan andalan untuk mendatangi lokasi kejadian, menemui narasumber hingga meliput berbagai kegiatan masyarakat.
“Daripada harus menghabiskan waktu untuk antre BBM, saya memilih menggunakan sepeda ontel. Yang penting tugas jurnalistik tetap berjalan,” ujar Hosairi.
Menurutnya, penggunaan sepeda ontel menjadi pilihan sederhana agar aktivitas peliputan tidak terganggu oleh kondisi antrean BBM.
Sebagai jurnalis, mobilitas menjadi bagian penting dalam menjalankan pekerjaan. Hampir setiap hari harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk mendapatkan informasi dan memastikan sebuah peristiwa dapat diberitakan kepada masyarakat.
Namun, kondisi antrean BBM membuat penggunaan sepeda motor menjadi kurang praktis, terutama ketika harus menghabiskan waktu cukup lama di SPBU.
“Kalau harus antre lama, pekerjaan bisa tertunda. Dengan sepeda ontel, setidaknya saya masih bisa bergerak dan mendatangi lokasi yang tidak terlalu jauh,” katanya.
Antrean BBM Mengular
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Bondowoso dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (8/9/2026), antrean bahkan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU, di antaranya kawasan Kota Kulon, Tapen, Grujugan dan Maesan.
Kondisi tersebut berkaitan dengan keterlambatan distribusi BBM. Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso H. Tohari menyampaikan bahwa pasokan BBM untuk Bondowoso tidak mengalami pengurangan. Kendala terjadi pada proses distribusi akibat hambatan transportasi di jalur Banyuwangi.
Untuk sementara, pengiriman BBM dialihkan melalui jalur Surabaya dan Malang sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang.
Di SPBU Tamansari, misalnya, pasokan yang seharusnya tiba lebih awal mengalami keterlambatan. Setelah pasokan datang, tingginya permintaan masyarakat membuat BBM kembali cepat terserap.
Sepeda Ontel Jadi Kendaraan Peliputan
Bagi Hosairi, situasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Sepeda ontel yang biasanya identik dengan aktivitas santai kini berubah fungsi menjadi kendaraan untuk bekerja.
Dengan mengenakan perlengkapan jurnalistik dan mengayuh sepeda, ia tetap mendatangi lokasi peliputan di sejumlah wilayah Bondowoso.
Baginya, profesi jurnalis menuntut kesiapan dalam berbagai kondisi.
“Jadi jurnalis harus siap dengan kondisi apa pun. Kalau kendaraan bermotor sementara tidak bisa digunakan secara maksimal karena harus antre BBM, sepeda ontel bisa menjadi alternatif,” tuturnya.
Meski jarak tempuh menjadi lebih lambat, Hosairi tetap berusaha menjalankan tugasnya seperti biasa.
Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keterlambatan distribusi BBM tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas pengendara, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas pekerja yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang pekerjaannya.
Imbauan Tidak Panik
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Bondowoso diminta tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
DPRD Bondowoso sebelumnya memastikan persoalan yang terjadi berkaitan dengan keterlambatan distribusi, bukan pengurangan kuota BBM. Masyarakat juga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Sementara bagi Hosairi, selama distribusi BBM belum sepenuhnya kembali normal, sepeda ontel akan tetap menjadi salah satu pilihan untuk menunjang aktivitasnya.
“Yang penting berita tetap jalan. Kendaraan boleh sederhana, tetapi tugas sebagai jurnalis tetap harus dijalankan,” pungkasnya.| Red






